Senin, 27 Februari 2012

Pembelajaran Diluar Kelas


LANGKAH JITU DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS
 

Oleh : WARSITO ,S.Pd
Kepala Sekolah SD Negeri 01 Kragan
Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar

            Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 Tahun 1989, menegaskan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam lingkungan sekolah sendiri dapat berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pendidikan di luar sekolah dapat berlangsung di lingkungan keluarga atau di masyarakat. Ini semua memerlukan adanya perhatian dan pemikiran yang cermat dan sungguh-sungguh mengenai sistem manajemen yang diperlukan. Namun di manapun proses pendidikan dilakukan, di lingkungan sekolah atau di luar sekolah, pada hakekatnya mengembangkan potensi sumber daya manusia. Tujuan tersebut diupayakan dicapai melalui apa yang disebut kegiatan pembelajaran .
Pengembangan dari pendidikan di lingkungan sekolah yang mengacu pada Model Pembelajaran Konstektual ( Constextual teaching and learning – CTL ) yang paling dekat adalah PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS . Ini sangat tepat sekali dengan 3 pilar dalam system CTL yang disampaikan oleh Johnson ( 2004 ) antara lain :
1.       CTL mencerminkan prinsip kesaling-bergantungan
2.       CTL mencerminkan prinsip diferensiasi .
3.       CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri .
Landasan Filosofi CTL adalah konstruktivisme , yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal . Pembelajaran berbasis CTI menurut ( Sanjaya , 2004 ) melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran, yakni : Konstruktivisme( Construktivisme) , Bertanya ( Questioning ) , Menemukan ( Inquiry ),Masyarakat Belajar ( Learning Community) ,Pemodelan ( Modeling ) , dan Penilaian Sebenarnya ( Authentic Assessment ) .
Untuk mencapai itu semua bentuk Pembelajaran Di Luar Kelas adalah cara jitu menggoptimalkan hasil belajar . Pembelajaran di luar kelas ini masih jarang sekali dilakukan oleh para tenaga pendidik , bahkan ada yang menilai tidak efektif dan makan waktu ( tidak efisien ) . Untuk menjawab itu semua , mari coba kita simak langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk melakukan pembelajaran di luar kelas . Secara garis besar yang perlu disiapkan adalah :
1.      Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri , menemukan sendiri , dan mengkontruksikan sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya .
2.      Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topic / tema .
3.      Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya .
4.      Ciptakan “ masyarakat belajar “ ( belajar dalam kelompok-kelompok ) .
5.      Siapkan lembar kegiatan siswa yang di dalamnya telah  berisi tentang hal-hal yang harus diamati / dipelajarai / dipraktekkan oleh siswa saat di luar kelas . Hal ini untuk memfokuskan perhatian siswa pada obyek yang akan dipelajari dan membatasi siswa agar tidak melakukan hal-hal yang diluar materi .
6.      Buat batasan waktu disaat anak melakukan kegiatan diluar kelas dalam melaksanakan lembar kegiatan .
7.      Pilihlah lingkungan atau obyek belajar yang sesuai dengan topic / tema yang akan dipejari untuk mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut .
8.      Lakukan refleksi diakhir penemuan .
9.      Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara penilaian .
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penilaian ini, yakni (1) norma, (2) prosedur penilaian dan (3) alat penilaian. Norma berkaitan dengan ukuran-ukuran keberhasilan yang diinginkan. Prosedur berkenaan dengan bagaimana cara penilaian itu dilakukan. Sedangkan alat penilaian berkenaan dengan instrumen dalam bentuk soal-soal yang akan diujikan pada warga belajar.

Pembelajaran di luar kelas  dapat optimal bisa kita ukur dengan aspek-aspek yang harus ada dan terlaksana pada saat proses pembelajaran tersebut . Adapun aspe-aspek tersebut adalah :
      1. Pengalaman nyata .
2. Kerja sama , saling menunjang
3. Gembira, belajar dengan bergairah
4. Penbelajaran terintegrasi
5. Menggunakan berbagai sumber
6. Siswa aktif dan kritis
7. Menyenangkan , tidak membosankan
8. Sharing dengan teman
9. Guru kreatif

Pembelajaran di dalam kelas sering  membuat siswa bosan dan terkesan monoton . Maka sudah saatnya kita memberi  kesempatan pada siswa seluas-luasnya untuk mengembangkan pemikirannya , memberi ruang / wahana sifat ingin tahu siswa , dan posisikan kita sebagai fasilisator , motivator , dan inspirator bagi siswa .  ( Selamat Mencoba ) .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar