Selasa, 17 Januari 2012

Pembelajaran Berbasis TIK Di Sekolah Dasar



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

              Persaingan di era globalisasi mengarah pada semakin ketatnya persaingan di sektor industri. Daya saing tidak lagi ditentukan oleh keberadaan kekayaan alam, modal, atau aset berwujud, melainkan juga berdasarkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yang matang, penguasaan pengetahuan dan teknologi, dan pola, metode serta proses kerja yang yang berdaya dan berhasil guna.
Bicara tentang sumber daya manusia tentu tidak lepas dari manusianya sendiri beserta dengan atribut-atributnya uniknya dari aspek fisik hingga aspek psikologis. Untuk itu dunia pendidikan merupakan faktor penentu dalam mempersiapkan sumber daya tersebut . Perancangan kurikulum yang berbasis Tehnologi Informasi dan Komunikasi sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan global dunia Tehnologi modern ini . setiap lembaga pendidikan dituntut untuk berusaha mempersiakan mutu lulusan yang dapat menghadapi tantangan tersebut dan dapat outcam di dunia usaha dan dunia industry modern . Sekolah sebagai control social harus peka terhadap perubahan social terutama yang mengarah pada kemajuan Ilmu pengetahuan dan tehnologi .
Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan suatu perencanaan pembelajaran yang berbasis Tehnologi Informasi dan Komunikasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar dan  kemampuan dasar siswa .
Lebih lanjut Sukmadinata ( 1988 ) mengatakan bahwa peranan teknologi dalam pendidikan khususnya kurikulum dan pengajaran ada dua bentuk, yaitu dalam bentuk perangkat lunak ( software ) dan perangkat keras (hardware). Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat ( tolls technology) sedangkan teknologi perangkat lunak disebut teknologi sistem ( system technology) . Dewasa ini di Indoneasia terdapat sejumlah media komunikasi yang berpengaruh dalam bidang pengembangan kurikulum pendidikan yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air.Berkaitan dengan itu, dimana Teknologi Informasi dan komunikasi di Indonesaia semakin populer terutama seiring dengan lahirnya Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).
Sementara itu Abdulhak ( 2006:3 ) menyatakan bahwa dari system pendidikan, kedududukan teknologi pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam desain dan pengembangan, serta implementasinya. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka terlihat beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi dalam pengembangan program pembelajaran melalui TIK antara lain:(1). Pelaksanaan pembelajaran dengan system konvensional belum memberikan penguatanyang cukup significant.(2).Sistem pembelajaran belum dirancang dengan menggunakan Grorunded Theory yang sesuai fungsi dan kebutuhan di lapangan.(3).Masih ada sekolah atau kampus belum adanya menggunakan system pembelajaran TIK sebagaisarana dan media dalam meningkatakan mutu pendidikan.
B . Permasalahan.
Sesuai dengan permasalahan yang muncul dalam rancangan program dan sistem penggunaanTIK dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut .
1.Apa fungsi dan peranan teknologi dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Dasar
2.Apa hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan Di Sekolah Dasar .
C. Tujuan .
            Dari permasalahan yang ada maka tujuan penulian paper ini adalah untuk :
1.      Mengetahui sejauhmana fungsi dan peran teknologi dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Dasar.
2.      Mengetahui hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan Di Skolah Dasar .

BAB II
PEMBAHASANAN

A .Pengertian Tehnologi Pembelajaran

Sejauhmana Fungsi dan Peranan teknologi dalam Dunia pendidikan. Berikut dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembanganTeknologi Pembelajaran.Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963 dinyatakan bahwa“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar,mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar;(b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan,meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponenmaupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”
Definisi Commission on Instruction Technology (CIT) 1970,) “Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks,dan papan tulis .Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP,komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.”“Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, danmengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.”
(Definisi Silber 1970 )”Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi,evaluasi, dukungan-pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personal)secara sistematik, dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar”.“Definisi yang dikemukakan oleh Kenneth Silber di atas menyebutkan istilah pengembangan.Pada definisi sebelumnya yang dimaksud dengan pengembangan lebih diartikan pada pengembangan potensi manusia. Dalam definisi Silber, penggunaan istilah pengembangan memuat dua pengertian, disamping berkaitan dengan pengembangan potensi manusia juga diartikan pula sebagai pengembangan dari Teknologi Pembelajaran itu sendiri, yang mencakup : perancangan, produksi, penggunaan dan penilaian teknologi untuk pembelajaran.
Dari uraian pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran tidak hanya diselenggarakan di dalam ruang kelas dan pada jam belajar formal. Tidak sedikit pula guru yang telah menyelenggarakan pembelajaran yang tidak hanya dibatasi ruang dan waktu (Modul 1). Sebelum atau setelah pembelajaran di dalam kelas diselenggarakan, guru telah/akan menugaskan kepada siswa untuk mencari berbagai sumber ilmu dengan berbagai cara/media sesuai dengan perkembangan teknologi digital.
B .Model Pembelajaran Berbasis TIK:
Teori belajar behaviorisme berpandangan bahwa proses pembelajaran terjadi sebagai hasil pengajaran yang disampaikan guru melalui atau dengan bantuan media (alat). Sedangkan teori belajar konstruktivisme berpandangan bahwa media digunakan sebagai sesuatu yang memberikan kemungkinan siswa secara aktif mengkonstruksi pengetahuan. Kozma (1991) menyatakan bahwa media dapat dibedakan dari teknologi (mekanik, elektronik, bentuk fisik), sistem simbolik (karakter alpha-numerik, objek, gambar, suara) serta sarana yang digunakan (radio, video, komputer, buku).
C .Kondisi prasyarat
Banyak siswa merasa mudah memproses informasi yang berbentuk visual, sementara siswa lainnya merasa mudah bila ada suara, tetapi ada pula sebagian siswa yang merasa mudah apabila sumber informasi disajikan dalam bentuk teks (Anderson, 1981). Pada dasarnya, pembelajaran diselenggarakan dengan harapan agar siswa mampu menangkap/menerima, memproses, menyimpan, serta mengeluarkan informasi yang telah diolahnya. Gardner (1983) mengemukakan bahwa kemampuan memproses informasi itu dalam bentuk tujuh kecerdasan, yaitu (1) logis-matematis, (2) spasial, (3) linguistik, (4) kinestetik-keperagaan, (5) musik, (6) interpersonal, dan (7) intrapersonal. Media yang dapat mengakomodir persyaratan-persyaratan tersebut adalah komputer. Komputer mampu menyajikan informasi yang dapat berbentuk video, audio, teks, grafik dan animasi (simulasi). Disisi lain, guru memerlukan kemampuan khusus dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Selain kemampuan, perlu pula disiapkan perangkat pendukung kegiatan
pembelajaran berbasis TIK.
Dipandang dari berbagai sisi, prasyarat apa saja yang diperlukan untuk penyelenggaraan
pembelajaran berbasis TIK?
Diharapkan akan diperoleh kesepakatan tentang :
1. SDM (guru)
2. Perangkat (hardware/software/Silabus/RPP)
3. Kebijakan yang mendukung terselenggaranya kegiatan pembelajaran berbasis TIK .
D. Pemecahan Masalah .

1. Masalah Internal
a. Sekolah perlu adanya komitmen bersama untuk maju .
b. Menyiapkan program operasional pada masing-masing bidang pengajaran .
c. Pemantapan sumber daya manusia ( Tenaga Pendidik )
d. Meningkatkan pelayanan pada setiap pembelajaran .
e. Meningkatkan manajemen sumber daya manusia .
d. Memperbaiki sisi mutu pelayanan terhadap kegiatan belajar mengajar yang berbasis TIK .

2. Masalah Eksternal
a. Pengkondisian yang ditopang dengan sarana dan prasarana yang berbasis TIK .
b. Mengadakan pelatihan terhadap tenaga pendidik akan kemampuan dan kemahiran akan
    penguasaan media TIK .
c. Peningkatan informasi tentang kemajuan dunia pendidikan dari media internet .
d. Pengenalan teknologi tepat guna
e. Menumbuhkan jiwa wirausaha dan meningkatkan motovasi melalui program Achivement
    Motivation Training (AMT)
f. Mengadakan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun industri terkait lainnya.

BAB III
Penutup

A .Kesimpulan .
Komputer sebagai sarana interaktif dapat digunakan sebagai alternative bentuk pembelajaran terprogram (Programmed Instruction) yang dilandasi hukum akibat (Law of Effect). Dalam hukum akibat, asumsi yang diyakini adalah tingkah laku yang didasari rasa senang akan merangsang untuk dilakukan serta dikerjakan secara berulang-ulang (S-R). Sangat banyak pakar pendidikan yang melakukan penelitian dan berkesimpulan ke arah positifnya pemanfaatan komputer sebagai media bantu pembelajaran. Arnold (1992) menyatakan para guru masih dihadapkan pada suatu ironi bahwa meskipun computer merupakan media sangat potensial pada proses pembelajaran, akan tetapi masih sedikit yang mau dan mampu menggunakannya. Ketidakmauan dan/atau ketidakmapuan tersebut disebabkan berbagai factor, baik internal (diri guru sendiri) maupun factor eksternal (fasilitas dan kebijakan).
B. Saran .
Poin penting yang diharapkan muncul dalam kesimpulan yang ditarik adalah :
1.      Pembelajaran berbasis TIK sudah saatnya mulai dikembangkan dan digunakan dalam proses pembelajaran.
2.      Model pembelajaran yang mendukung kepada pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK.
3.      Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi pembelajaran berbasis TIK.
4.      Kondisi prasayarat yang harus tersedia agar proses pembelajaran berbasis TIK dapat berjalan.

Daftar Pustaka

1. Rencana Stratetgis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009 .
2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pedoman Penyusunan Bahan Ajar, Jakarta, 2006
3. Asep Zaenal Rahmat : Modul 2 Bahan Pelatihan TIK untuk Pendidikan Panduan bagi Trainer “
    Strategi Pembelajaran Berbasis TIK  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan
    Departemen Pendidikan Nasional 2008.
4. Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA) : “ E Learning “ . Badan Penjaminan Mutu Akademik
     Universitas Indonesia .
5 .ICT-SMKN 3 Kuningan “ Pembelajaran Berbasis ICT “ http://ict-smkn3kuningan.blogspot.com
6 . Universitas Pendidikan Indonesia : ‘ Pembelajaran Berbasis TIK “ pdf .


 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar